E-Safe Camp Vol. 4: Membedah Kohabitasi di Kalangan Mahasiswa
Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) kembali menggelar E-SAFE CAMP, sebuah forum edukatif yang dirancang sebagai ruang dialog terbuka, reflektif, dan solutif bagi sivitas akademika UNESA dalam menghadapi isu-isu sosial yang relevan. Kegiatan yang diadakan pada Rabu (30/7) itu mengangkat tema “Satu Atap Sebelum Sah: Lumrah atau Salah Langkah?”. Kali ini Satgas PPKPT UNESA mengajak mahasiswa untuk menelaah fenomena kohabitasi atau tinggal bersama tanpa pernikahan yang kini makin marak dibicarakan, terutama di kalangan anak muda. Acara yang dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom Meeting ini dimulai pukul 13.30 WIB dan berlangsung hingga selesai, dengan antusiasme peserta dari berbagai fakultas yang mencapai ratusan orang. Narasumber dalam diskusi kali ini adalah dua anggota Satgas PPKPT UNESA unsur mahasiswa, yaitu Putri Indah dan Mahla Zayani, yang masing-masing menyampaikan perspektif analitis, berbasis data, sekaligus menggugah kesadaran moral dan hukum dari isu yang diangkat. Dalam penyampaian materinya, Mahla mulai dengan membedah realitas sosial saat ini, bagaimana normalisasi hidup bersama tanpa ikatan sah telah menjadi bagian dari budaya populer yang menimbulkan dilema. Ia menekankan bahwa di balik narasi kebebasan dan “ketersalingan”, kohabitasi memiliki risiko besar seperti kekerasan berbasis gender, eksploitasi emosional, hingga ketidakpastian perlindungan hukum bagi perempuan. Selain itu, ia juga menyoroti aspek hukum dan etika dalam relasi tanpa status legal, dengan menekankan pentingnya pemahaman nilai-nilai adab, kesepahaman dalam relasi, serta tanggung jawab bersama terhadap konsekuensi dari pilihan hidup. Ia juga memaparkan bagaimana kohabitasi sering kali menjadi pintu masuk terjadinya kekerasan seksual, manipulasi, dan pengabaian hak-hak pasangan. Selama sesi diskusi berlangsung, peserta aktif mengutarakan pendapat dan pertanyaan, menunjukkan bahwa tema ini sangat relevan dan menyentuh langsung kehidupan sosial mahasiswa. Beberapa peserta bahkan membagikan pengalaman pribadi maupun keresahan yang mereka hadapi di lingkup pertemanan, menunjukkan bahwa ruang dialog seperti ini sangat dibutuhkan. Kegiatan ini diakhiri dengan ajakan kepada seluruh peserta untuk tidak hanya menjadi penonton dalam menghadapi isu kekerasan berbasis gender, tetapi juga menjadi agen perubahan yang berani Speak, Act, Fight, and Empower, sesuai dengan spirit utama dari E-SAFE CAMP. Satgas PPKPT UNESA pun mengajak semua pihak untuk turut serta menciptakan lingkungan kampus yang adil, aman, dan beradab bagi semua.
Share It On: