Satgas PPK Unesa Dampingi Kemendik
Sidoarjo, 31 Oktober 2025 — Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi bersama Direktorat Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Bela Negara bagi para penerima beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) seJawa Timur. Kegiatan yang berlangsung di Hotel Luminor Sidoarjo ini diikuti oleh 216 peserta dan menghadirkan Subdirektorat Pencegahan, Penanganan Kekerasan, dan Isu Strategis (PPKIS) Unesa sebagai narasumber pendamping dalam penguatan wawasan kebangsaan, keamanan, dan budaya anti-kekerasan di lingkungan pendidikan tinggi.
Pada sesi utama, Iman Pasu Marganda Hadiarto Purba, S.H., M.H., selaku Kepala Subdirektorat Pencegahan dan Penanganan Kekerasan dan Isu Strategis Unesa sekaligus narasumber, memaparkan materi bertema “Membangun Budaya Aman dan Menolak Kekerasan”. Dalam pemaparannya, Iman menekankan pentingnya membangun kesadaran kolektif untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, serta bebas dari kekerasan fisik, psikis, sosial, perundungan, diskriminasi, maupun kekerasan seksual. Menurutnya, budaya aman tidak hanya dibangun melalui aturan, tetapi juga melalui komitmen moral dan empati antarwarga kampus.
Dalam kegiatan ini, peran Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) juga menjadi sorotan utama. Satgas memiliki kewenangan strategis dalam penyelidikan, penyidikan, hingga pemberian rekomendasi sanksi terhadap kasus kekerasan, khususnya kekerasan seksual. Namun, tantangan masih cukup besar, mulai dari rendahnya komitmen sebagian institusi, keterbatasan alat bukti digital, hingga kecenderungan menggunakan pendekatan restorative justice pada kasus-kasus berat yang seharusnya diselesaikan melalui mekanisme hukum dan etik yang tegas.
Selain menghadirkan Iman Pasu Purba sebagai narasumber, kegiatan FGD ini juga melibatkan Rojil Nugroho Bayu Aji, S.Hum., M.A., selaku Kasi Ideologi, Moderasi Beragama, dan Bela Negara Unesa yang bertindak sebagai instruktur. Kehadiran para ahli dari Unesa menunjukkan komitmen kampus dalam mendukung penguatan karakter, wawasan kebangsaan, dan ketahanan mahasiswa dalam menjalani proses pendidikan tinggi.
Menutup sesi, Iman mengajak seluruh peserta untuk berkomitmen pada gerakan “Cegah dan Tolak 6 Jenis Kekerasan” yang meliputi kekerasan fisik, psikis, perundungan, kekerasan seksual, diskriminasi, serta kebijakan yang mengandung unsur kekerasan. Komitmen ini diharapkan menjadi langkah nyata menuju lingkungan pendidikan yang lebih aman, berintegritas, dan berkeadilan, sekaligus memperkuat kesiapan generasi muda Indonesia dalam mengamalkan nilai-nilai bela negara.
Share It On: