Webinar Ketahanan Mental: Bekal Mahasiswa Baru FK UNESA Hadapi Dunia Kampus
Memulai perjalanan di bangku kuliah adalah fase penting yang kerap membawa beragam tantangan, baik secara akademik maupun psikologis. Untuk itu, Direktorat Pencegahan dan Penanggulangan Isu Strategis (PPIS) bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Surabaya (FK UNESA) menyelenggarakan Webinar Ketahanan Mental Mahasiswa Baru pada Jumat, 19 September 2025, melalui Zoom. Acara ini diikuti oleh seluruh mahasiswa baru FK angkatan 2025 dan menjadi bagian dari upaya fakultas dalam membekali mereka menghadapi dinamika kehidupan kampus.
Webinar menghadirkan dua pemateri dengan fokus yang saling melengkapi. Materi pertama disampaikan oleh dr. Andi Gita Fitri Martasiyah Dala, Koordinator Bimbingan dan Konseling FK UNESA, dengan tajuk “Perjalanan UNESA Dimulai dari Saat Ini.” Ia menekankan bahwa homesick merupakan hal wajar bagi mahasiswa baru karena mencerminkan kuatnya ikatan dengan keluarga. Meski begitu, mahasiswa perlu mengelolanya dengan cara menjaga komunikasi, aktif berpartisipasi dalam kegiatan, dan membangun jejaring sosial di lingkungan baru.
Selain itu, dr. Andi Gita juga menyinggung fenomena culture shock yang kerap dialami mahasiswa ketika menghadapi perbedaan budaya maupun gaya interaksi di kampus. Menurutnya, sikap terbuka, berani bertanya, serta saling menghargai perbedaan adalah kunci penting untuk melewatinya. Ia juga menekankan pentingnya adaptasi terhadap sistem perkuliahan dengan memahami karakteristik dosen, memanfaatkan fasilitas digital UNESA seperti SSO, MyUnesa, dan e-konseling, serta mengasah kemampuan mencari literatur ilmiah.
Tak kalah penting, dr. Andi Gita mengingatkan mahasiswa agar sejak dini menyiapkan diri menghadapi Tes Evaluasi Program (TEP) dengan target skor minimal 427. Persiapan bisa dilakukan melalui latihan rutin maupun mengikuti pelatihan gratis yang disediakan Pusat Bahasa UNESA. Ia menutup materinya dengan menegaskan bahwa kunci sukses kuliah tepat waktu terletak pada perencanaan matang dengan tujuan SMART, pemanfaatan optimal sumber daya kampus, membangun relasi luas, serta menjaga keseimbangan hidup dengan istirahat yang cukup.
Sesi kedua dibawakan oleh Rojil Nugroho, B.A., S.Hum., M.A., selaku Kepala Seksi Ideologi, Moderasi Beragama, dan Bela Negara 91 UNESA, dengan tema “Gen Z dan Kekerasan Berbasis Gender di Indonesia.” Ia menyoroti bahwa kekerasan berbasis gender bukan hanya persoalan individu, melainkan berakar pada relasi hierarkis dan budaya kekerasan yang masih mengakar di lingkungan pendidikan.
Rojil juga menekankan isu kekerasan berbasis gender online (KBGO) yang semakin meningkat di era digital. Data terbaru menunjukkan adanya lonjakan kasus hingga 14,17% pada tahun 2024. Hal ini menjadi tantangan khusus bagi Gen Z yang dikenal sebagai generasi digital native—rentan secara sosial, tetapi sekaligus memiliki potensi besar menjadi agen perubahan melalui platform digital.
Menurutnya, pencegahan kekerasan berbasis gender membutuhkan strategi komprehensif yang mencakup edukasi, peningkatan kesadaran digital, hingga keterlibatan aktif mahasiswa dalam gerakan anti-kekerasan. “Generasi muda tidak boleh diam. Justru dengan potensi digital yang dimiliki, mahasiswa bisa menjadi bagian dari solusi untuk menciptakan kampus yang aman dan inklusif,” tegasnya. Melalui webinar ini, Fakultas Kedokteran UNESA tidak hanya memberikan bekal akademik bagi mahasiswa baru, tetapi juga dorongan untuk membangun ketahanan mental dan kepedulian sosial. Dengan persiapan yang matang, mahasiswa diharapkan mampu menghadapi berbagai tantangan sekaligus berkontribusi menciptakan lingkungan kampus yang sehat dan bebas dari kekerasan.
Share It On: